Apa itu stenosis mitral dan bagaimana tanda-tandanya

Apa itu stenosis mitral dan bagaimana tanda-tandanya

Stenosis mitral atau dalam biasa dengan istilah stenosis katup mitral adalah kondisi penyempitan di katup mitral pada jantung. Keadaan yang bisa membuat dampak serambi kiri jantung memompa lebih keras untuk mengalirkan darah ke bilik kiri. Jika pada serambi kiri tidak bisa menemui aliran darah sampai habis, darah akan kembali ke bagian sebelah kanan jantung, sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan cairan pada paru-paru.

Stenosis katup mitral adalah keadaan yang biasa menyerang wanita  dibandingkan pria.  Didiagnosis pada penderita paruh baya maupun sudah menginjak lansia karena pada otot jantung dan sistem sirkulasi tubuh yang telah rapuh menjadi menua.

Dilansir dari halaman hellosehat.com adapun gejala stenosis mitral, ketika penyempitan dalam keadaan normal dan menurut dokter penyempitan ringan umumnya tidak ada gejala. Tetapi jika penyempitan mulai parah, penderita akan menemukan gejala pada gagal jantung. Gejala Stenosis mitral, antara lain:

  1. Kesulitan bernapas, khususnya saat berbaring, tanda gagal jantung. Detak jantung yang tidak teratur dan bereaksi cepat.
  2. Sakit dada menahan sesak. Terjadinya penyempitan katup pada bagian jantung memberikan dampak buruk untuk lebih waspada terhadap bahaya sekecil apapun. Pada bagian dada yang didalamnya memompa di serambi kiri nampaknya lebih keras sehingga semisal tidak sampai mengalirkan darah pada bilik kiri. Tentu akan memberikan dampak negatif pada tubuh
  3. Batuk berat, terkadang disertai dahak berdarah. Pada batuk adanya batuk secara keras tentu akan mengeluarkan dahak yang membantu dalam kondisi aktif
  4. Pergelangan kaki bengkak
  5. Kelelahan, banyak terjadi karena seringnya beraktifitas di luar ruangan dan akan merasakan lelah karena itulah berbaring adalah obatnya tetapi jika kelamaan berbarinh pada penyempitan katup akan menimbulkan masalah pernafasan yang mengganggu nantinya.
  6. Terjadi infeksi saluran pernapasan. Ketika merasakan semua tanda-tanda konsultasikan kepada dokter untuk diberikan keterangan agar di tangani lebih awal

Dilansir dari halaman alodokter.com penyakit katup jantung dapat disebabkan karena demam reumatik, hati-hati pada gejala yang muncul saat infeksi bakteri. Streptococcus pada tenggorokan menyerupai tanda demam, sakit tenggorokan dan rasa nyeri saat menelan menelan dan ada bercak kecil berwarna merah pada langit-langit di bagianmulut, dan juga waspadai kelenjar pada leher membesar. Upayakan konsultasikan pada dokter guna mencegah terjadinya penyakit katup jantung. Adanya pembenara dalam pola hidup sehat menyerupai olahraga  setiap pagi dan diet yang baik untuk kesehatan jantung dan dapat berguna menurunkan kolesterol juga tekanan darah.

Penderita penyakit gagal jantung memberikan risiko terkena endokarditis jika tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut maka bakteri akan penyebabkan beberapa masalah terkait infeksi yang mengalir dalam darah melalui infeksi pada gigi. Penderita penyakit katup jantung akan disarankan dokter untuk melakukan pemeriksaan terhadap gigi dan dokter akan memeriksa bagian dalam tubuh termasuk jantung. Pada diagnosis pemeriksaan akan tetel dilakukan dan dok akan mendengarkan suara degup jantung dengan alat stetoskop. Pada aliran darah mengalir secara tidak normal melalui katup mitral akan memperoleh bunyi gema memanjang. Pada tempat pemunculan dan waktu munculnya bunyi akan membantu perolehan data secara lasti dokter dapatmemastikan bagian penyempitan pada katup yang lebih terpengaruh.

Katup pada  jantung mempunyai kinerja tiap kali jantung berdetak. Katup mitral dan katup trikuspid dapat terbuka secara bersamaan dengan aliran darah yang masuk ke bilik jantung, lalu kedua katup menutup kembali. Pada bilik jantung  yang kemudian menompa darah keluar melalui kedua katup yakni katup pulmonal dan katup aorta, kemudian menutup sesudah darah keluar dari kedua bilik jantung. Cara kinerja jantung yang berulang-ulang dapat terganggu pada saat katup jantung tidak dalam keadaaan yang baik (tidak normal).

Referensi:

alodokter.com

hellosehat.com

Referensi gambar:

drugs.com

shares